Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas - LIPI
Artikel - Berita

Eksplorasi “Merica Batak”, Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) di Kawasan Toba
Intani Quarta Lailaty, S.Si - 07-05-2018 14:35:38

cbg_tim_simalungun1.jpg

Siapa belum pernah mencoba ikan arsik, sambal andaliman hingga pizza andaliman? Ya, jenis-jenis makanan tersebut menggunakan bumbu khas suku batak, yaitu andaliman. Biji “merica batak” ini berasal dari tumbuhan Zanthoxylum acanthopodium DC. yang memiliki persebaran alami di Asia Selatan, Cina, Indo-Cina dan Indonesia. Sebaran andaliman di Indonesia sendiri hanya berada di kawasan utara pulau Sumatera. Tim eksplorasi dari BKT Kebun Raya Cibodas-LIPI dalam rangkaian Program IBSAP 2018 melakukan eksplorasi andaliman sebagai upaya pengembangan potensi ekonomi dan mengangkat tanaman lokal sebagai salah satu ikon dari kawasan Toba, Sumatera Utara.

“Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan studi ekologi, seleksi dan perbanyakan bibit tumbuhan andaliman. Sasaran selanjutnya adalah terciptanya informasi dan protokol perbanyakan serta calon bibit tanaman andaliman”, ujar Decky Indrawan Junaedi, selaku ketua tim. Bersama peneliti BKT Kebun Raya Cibodas lain, Yati Nurlaeni, dan tiga orang teknisi kebun, yaitu Ence Sulaeman, Agus Supratman dan Dadang Suherman, tim melakukan kegiatan selama 10 hari, pada tanggal 19-28 Maret 2018. Kegiatan di lapangan meliputi pengoleksian material tumbuhan dan pengambilan data melalui pengisian kuesioner. Dari hasil kegiatan berhasil dikoleksi sebanyak 134 nomor koleksi tumbuhan andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.), terdiri dari 90 nomor stek batang, 36 nomor anakan, 4 nomor biji dan 4 nomor koleksi herbarium. Biji masak dikoleksi langsung dari pohon andaliman di lima kabupaten (Samosir, Tobasa, Dairi, Simalungun, Karo). Survei andaliman juga dilakukan di wilayah tersebut, meliputi habitat, perbanyakan dan aspek budidaya lainnya. Selanjutnya, survei kuesioner dilakukan untuk mengetahui persepsi andaliman di masyarakat Kabanjahe, Merek, dan Berastagi; Kabupaten Karo dan Kota Medan. Hasil ini menunjukkan bahwa motivasi utama responden untuk peduli terhadap andaliman adalah karena mereka bangga bahwa di Indonesia andaliman hanya ada di Sumatera bagian utara. Selain itu alasan utama lainnya adalah karena responden memiliki keinginan besar untuk mengelola dan memanfaatkan andaliman

Pemanfaatan andaliman sebagai bumbu masak di daerah Batak cukup banyak dinikmati. Di Berastagi, Kabupaten Karo, harga tertinggi andaliman mencapai 300-500 ribu rupiah per kg. Oleh karena itu, Zanthoxylum acanthopodium DC. ini perlu terus dilestarikan dan menjadi tumbuhan khas suku batak. “Andaliman ini merupakan penambahan koleksi tumbuhan baru bagi Kebun Raya Cibodas selaku lembaga konservasi ex situ. Selanjutnya, akan dilakukan perbanyakan melalui stek batang dan stek pucuk, serta melalui kultur in vitro untuk pengembangan tumbuhan andaliman ini”, jelas Yati Nurlaeni lebih lanjut. (intani/ed:decky)


Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas - LIPI: http://krcibodas.lipi.go.id
Versi online: http://krcibodas.lipi.go.id/artikel_detail.php?id=236