Terhitung mulai tanggal 25 Juni 2017, Kendaraan Roda 4 diperbolehkan memasuki dan parkir didalam Kebun Raya Cibodas setiap hari. Untuk Kendaraan Roda 2 tidak diperkenankan masuk pada hari Minggu dan Libur Nasional. Terima Kasih

-Kebun Raya Cibodas menuju WBK-
English or other language
Beranda
User: 1 online | Hari ini: 62 kunjungan | Total: 378728 kunjungan | Pencarian:
Kelembagaan
Layanan
Tematik
Penelitian
Link
Kebun Raya Cibodas

Artikel

Menelisik Segudang Manfaat Sanseviera
Lisnawati - 10-01-2014 08:27:13

Sanseviera atau yang lebih dikenal dengan sebutan lidah mertua atau pepedangan merupakan jenis tanaman yang sudah cukup dikenal oleh masyarakat umum maupun pecinta tanaman. Tanaman ini dikenal dengan nama lidah mertua, karena bentuk daunnya yang panjang dengan ujung meruncing menyerupai para mertua yang memberikan nasihat agar diingat sampai hari esok.  Ada pula yang mengatakan bahwa Sanseviera menyerupai lidah mertua yang biasanya mengeluarkan kata-kata yang tajam.  Kalau disebut tanaman pedang-pedangan, mudah ditebak, pasti karena bentuknya yang panjang menyerupai pedang.  Tanaman ini termasuk kedalam kategori tanaman hias yang telah populer digunakan sebagai penghias bagian dalam rumah ataupun luar rumah, karena tanaman ini mampu tumbuh dalam kondisi yang sedikit air dan cahaya matahari sekalipun. Sanseviera tergolong kedalam famili Agavaceae.

Ciri atau karakter yang membedakan tanaman Sanseviera dengan tanaman lainnya adalah berdaun tebal dan keras, tumbuh tegak dengan ujung meruncing serta memiliki kandungan air (sukulen), sehingga mampu tahan terhadap kekeringan selain tumbuh pada kondisi lembab atau basah. Selain jenis sanseviera yang berdaun memenjang ke atas dengan ukuran ±50-75 cm, ada juga jenis sanseviera yang berdaun pendek melingkar dalam bentuk roset dengan panjang ± 8cm dan lebar ±3-6cm. Tanaman ini kebanyakan berasal dari Afrika, tetapi ada satu jenis sanseviera asli Indonesia yang di temukan di Kepulauan Seribu yaitu Sanseviera javanica.

Menurut Staf Laboratorium Taksonomi Tumbuhan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) jurusan Biologi Universitas Padjadjaran (Unpad) Budi Irawan, tanaman ini memiliki marga Sanseviera dan memiliki dua jenis tanaman, yaitu Sanseviera trifasciata dan Sanseviera canaliculata.

Sanseviera punya banyak kelebihan, seperti mampu bertahan hidup pada rentang waktu suhu dan cahaya yang sangat luas, sangat resisten terhadap polutan. Bahkan berdasarkan penelitian yang dilakukan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah menemukan bukti-bukti bahwa tanaman ini secara alami mampu memerangi Sick Building Syndrome, yaitu keadaan ruangan yang tidak sehat akibat tingginya konsentrasi gas korbondioksida, nikotin dari rokok, dan penggunaan AC. Selain itu juga mampu menyerap lebih dari 107 unsur polutan berbahaya yang terdapat di udara sebab Sanseviera mengandung bahan aktif pregnane glikosid, yang berfungsi untuk mereduksi polutan menjadi asam organik, gula dan asam amino, dengan demikian unsur polutan tersebut jadi tidak berbahaya lagi bagi manusia. Sanseviera juga menjadi objek penelitian tanaman penyaring udara NASA untuk membersihkan udara di stasiun ruang angkasa.

Berdasarkan data yang dirilis Kompensasi, ada banyak manfaat lain dari Sanseviera. Di dalam tiap helai daun Sanseviera ada Pregnane glycoside, zat yang mampu mengurai zat beracun menjadi senyawa organik, gula, dan beberapa asam amino. Beberapa senyawa beracun yang bisa diuraikan oleh tanaman ini diantaranya Kloroform, benzene, Xilen, Formaldehyde, dan Trecoethylene.

Kloroform adalah senyawa beracun yang menyerang sistem saraf manusia, jantung, hati, paru-paru, dan ginjal, melalui sistem pernafasan dan sirkulasi darah. Kemampuan Sanseviera untuk menyerap racun membuatnya akrab dalam penghijauan lingkungan.

Satu tanaman Sanseviera trifasciata lorentii dewasa berdaun 4/5 helai dapat menyegarkan kembali udara dalam ruangan seluas 20 m persegi, selain itu, Sanseviera trifasciata lorentii yang dipotong-potong 5 cm yang ditempatkan di dalam kulkas dapat menghilangkan aroma tidak sedap. Dalam lingkungan industri potongan daun ini disebarkan di ruang-ruang produksi industri untuk mereduksi senyawa beracun yang terhirup oleh pekerja.

Tanaman asli benua Afrika ini memiliki manfaat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit dan menjaga kesehatan tubuh bagi manusia. Seluruh bagian tanaman ini dapat dijadikan sebagai obat herbal, kata Hj. Lien Said, Dewan Penasehat Komunitas Pencinta Sanseviera (tanaman hias lidah mertua) Indonesia (KOMPENSASI), pada acara pagelaran Agrinex Expo 2010, di Senayan, Jakarta. 

Hj. Lien juga mengatakan bahwa beberapa penelitian Sanseviera menggolongkan tanaman ini termasuk dalam material medika karena kandungan kimia dan efek farmakologis secara klinis teruji positif dari daun, buah dan akar. Dari penelitian-penelitian tersebut ditemukan Sanseviera memiliki kandungan antiseptik di beberapa bagian tanamannya terutama pada daun. Selain itu Lien mengatakan jenis Sanseviera yang sangat baik untuk dijadikan tanaman obat adalah dari jenis Sanseviera trifasciata laurentii. Menurut penelitian, bagian daun dari Sanseviera trifasciata laurentii ini bisa dimanfaatkan untuk mengobati bengkak, penyakit kulit seperti eksim, sakit gigi, wasir, pencegah flu, dan penawar racun dari binatang berbisa. 

Di daerah Afrika, Sanseviera telah lama digunakan oleh penduduk lokal sebagai penghalau racun akibat gigitan ular dan serangga. Di beberapa daerah di negara-negara Asia, getah tumbuhan ini digunakan sebagai cairan antiseptik dan daunnya digunakan untuk membalut luka pada tindakan P3K, jelas Lien. Untuk pemakaian obat luar, Lien mengatakan, daun Sanseviera yang telah dicuci bersih kemudian digiling atau ditumbuk halus, kemudian ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit. Dengan pemakaian daun Sanseviera tumbuk ini, penyembuhan lukanya menjadi lebih cepat dan lebih alami sehingga resiko efek samping bisa diminimalisir.

Selain sebagai obat luar, Lien mengungkapkan, bahwa Sansieviera ini juga bermanfaat untuk mengobati penyakit dalam seperti diabetes. Bagi penderita diabetes, daun tanaman Sanseviera trifasciata laurentii ini bisa menjadi obat alternatif. Cara penggunaannya, beberapa lembar daun dipotong-potong dan direbus dengan tiga gelas air hingga mendidih dan tersisa satu gelas. Sisa air rebusan ini kemudian diminumkan kepada penderita. Selain daun, bagian buah dan akar tanaman hias berdaun runcing ini juga dapat digunakan sebagai obat-obatan. Bagian buahnya mengandung senyawa Astrigen yang menyejukkan sehingga dapat menurunkan panas, mencegah peradangan, mengobati batu ginjal, radang tenggorokan dan peluruh urin. Bagian akarnya yang memiliki rasa tawar bermanfaat menurunkan tekanan darah, mengobati diare, sifilis serta wasir. 

Lisnawati/KRC

Hit:1326 | Suka 330 | Komentar 0 | Cetak | FB

Komentar

 

Nama :
E-mail :
Komentar :
   
    Masukan kode di atas !
   
Statistik Jumlah Kunjungan Website Harian
21-09-2017
62
20-09-2017
159
19-09-2017
154
Statistik Jumlah Kunjungan Website Tahunan
2017
42200
2016
110844
2015
83328
Galeri Foto Artikel
  • Berita
    Berita tentang seputar Kebun Raya Cibodas

  • Keanekaragaman Flora
    Berisi tentang berbagai keindahan dan keunikan dari berbagai flora Kebun Raya Cibodas

  • Koleksi
    Berisi mengenai informasi koleksi-koleksi di Kebun Raya Cibodas

  • Konservasi
    Berisi tentang informasi konservasi yang dilakukan oleh Kebun Raya Cibodas

  • Lain-Lain
    Berisi informasi-informasi lainnya seputar Kebun Raya Cibodas

  • Layanan
    Berisi informasi-informasi seputar pelayanan Kebun Raya Cibodas

  • Pendidikan Lingkungan
    Berisi tentang informasi pendidikan lingkungan yang dilakukan oleh Kebun Raya Cibodas

  • Penelitian
    Berisi tentang informasi penelitian yang dilakukan oleh Kebun Raya Cibodas

Artikel lainnya >>
Download Download lainnya >>
Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas - LIPI
PO. Box. 19 Sdl. Sindanglaya Cipanas Cianjur 43253
Telp. 0263-520448, 511385 Fax. 0263-512233
jasin.krcibodas@mail.lipi.go.id

Facebook - Twitter - Youtube - Google+



Powered by Cibodas Botanic Gardens ~ © Copyright 2009-2017 Jasa dan Informasi Kebun Raya Cibodas ~ Untuk tampilan terbaik, gunakan browser Mozilla Firefox