Buah Bersayap Ki Hujan

Ki hujan (Engelhardtia spicata Lechen ex Blume) yang memiliki nama sinonim Engelhardtia aceriflora (Reinw.) Blume, Gyrocarpus pendulus Blanco, Pterilema aceriflorum Reinw. merupakan koleksi Kebun Raya Cibodas yang ditanam tahun 1930.

Nama marga Engelhardia pertama kali diterbitkan oleh Blume pada tahun 1825-1826 atas usulan Lois Theodore Le(s)chenault de la Tour seorang peneliti dan botanis pencinta alam dari Perancis sebagai penghargaan yang diberikan kepada seorang Gubernur Jawa bagian Timur Laut pada jaman Hindia Belanda yang bernama Nicolaus Engelhard yang telah mendukung penelitian botani di Jawa Barat pada saat itu. Pada tahun 1829, oleh Blume nama Engelhardia diubah menjadi Engelhardtia.

Ki hujan cukup mudah ditemukan di kawasan hutan submontana dan montana. Tinggi pohon 20-40 meter, percabangan banyak, batang bulat dengan kulit batang beralur dangkal, berwarna putih kehijauan, dan berbanir papan. Daun majemuk menyirip genap, beranak daun 4-6 pasang, ranting daun panjang dengan tangkai daun hampir tidak terlihat. Perbungaan malai bewarna putih kecoklatan berjumlah 8-15 bunga menggantung seperti air hujan yang jatuh. Buah memiliki 1 sayap panjang dan 2 sayap pendek, yang apabila buah tersebut jatuh buah akan memutar seperti baling-baling. Pertumbuhannya sangat cepat dan pembungaan terjadi pada waktu yang berbeda dari bulan September hingga Mei.

Ki hujan berasal dari Himalaya dan tersebar sampai Chenab ke Nepal, Sikkim, Bengal utara, Assam Meghalaya, Myamar, semenanjung Malaya dan kepulauan, Cina dan Jawa.

Sebagai spesies perintis, ki hujan dimanfaatkan untuk agroforestri di Thailand utara untuk reboisasi pemulihan hutan terdegradasi dan di daerah terbuka. Kulitnya dipanen sebagai sumber tanin, kayunya dipergunakan sebagai bahan bangunan, perkakas, souvenir, dan kayu bakar.

Status konservasi tanaman yang perbanyakannya secara generatif (biji) ini, diklasifikasikan sebagai ‘Least Concern’/Berisiko Rendah dalam Daftar Merah Spesies Terancam Punah IUCN (2013).

Naskah: Tatang

Foto: Tatang