Ki tungeureut, Castanopsis tungurrut (Blume) A.DC. Yang Terancam Punah

Marga Castanopsis kurang lebih memiliki 120 jenis yang tersebar dari timur laut India ke China bagian barat, Korea dan Jepang, ke Indo-China dan Thailand, dan ke seluruh Malesia kecuali Jawa bagian timur dan Kepulauan Sunda Kecil.
Ki tungeureut, Castanopsis tungurrut (Blume) A.DC.
Sinonim: Castanea tungurrut Blume, Castanopsis conspersispina Merr.
Nama Umum: Ki tungeureut, kalimorot (Sunda), karaka (sumatra)
Ki tungeureut adalah pohon besar dan tumbuh mencapai tinggi 20 – 25 m dengan garis tengah 60 cm. Kulit kayu kasar dan pecah-pecah. Daun panjang 8-23 cm dengan lebar 3,5-9 cm dan paling lebar di tengah-tengah; bagian atas agak mengkilat, hijau kecoklatan, bagian bawah kusam sedikit keabu-abuan. Tanaman ini tumbuh di dataran rendah dan hutan campuran dipterocarp yang tidak terganggu, sering tumbuh di sepanjang sungai, di bukit-bukit, dan di daerah rawa. Tanaman ini juga ditemukan di hutan pegunungan non dipterocarp.
Ki tungeureut merupakan tanaman endemik Indonesia dan dikategorikan tanaman yang jarang ditemukan di Indonesia. Tanaman ini hanya tumbuh sedikit di daerah hutan dataran rendah Sumatera, Kalimantan, dan di hutan Jawa. Di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan dapat ditemukan pada ketinggian sampai dengan 1.920 m dpl. Di hutan pegunungan ancaman yang terbesar adalah penebangan secara liar. Di dataran rendah ancaman yang terbesar adalah konversi lahan. Diperkirakan populasi tanaman ini akan terus menurun dalam kurun waktu 100 tahun ke depan karena ancaman dari deforestasi dan ekspansi pertanian.
Ki tungeureut merupakan tanaman yang terancam keberadaannya karena hilangnya habit dan konversi lahan hutan menjadi perkebunan, pertanian, seperti semakin meluasnya perkebunan kelapa sawit. Selain itu tanaman ini terancam karena kegunaan kayunya.
Diperkirakan populasi ki tungeureut akan terus menurun dalam kurun waktu 100 tahun ke depan apabila ancaman deforestasi dan perluasan lahan pertanian sulit dikendalikan.
Usaha-usaha konservasi yang kuat yang dilakukan secara secara ex situ adalah sangat diperlukan untuk melindungi tanaman ini. Menurut IUCN 2018 ki tungeureut masuk dalam status konservasi Endangered, artinya ki tungeureut, Castanopsis tungurrut (Blume) A.DC. sedang menghadapi resiko kepunahan di alam liar yang tinggi pada waktu yang akan datang.
Sementara ini populasi ki tungeureut ditemukan secara melimpah di hutan sub montana jenis Fagaceae di Taman Nasional Gunung Halimun, Jawa Barat (Simbolon 2001) dalam IUCN 2018.
Kegunaan: ki tungeureut yang diambil dari hutan digunakan kayunya karena kayunya sangat berharga dan dapat digunakan untuk konstruksi. Biji bisa dimakan dengan cara direbus atau dibakar. Kulit kayunya sebagai sumber tannin yang dapat digunakan untuk serat agar tahan cuaca.
Kebun Raya Cibodas – LIPI merupakan lembaga konservasi tumbuhan secara ex situ telah melakukan konservasi ki tungeureut sejak lama dan sampai saat ini telah dikoleksi sebanyak 15 spesimen yang tersebar di 4 vak atau blok. 14 spesimen berasal dari Jawa dan 1 spesimen dari Bengkulu.

Penulis:NS