Koleksi Mahonia fortunei (Lindl.) Fedde Kebun Raya Cibodas

Mahonia fortunei (Lindl.) Fedde lebih dikenal dengan nama ki koneng oleh masyarakat Sunda karena batang dan akarnya berwarna kuning. Tanaman ini juga dikenal dengan nama Chinese mahonia, Fortune’s mahonia, holly grape (floridata.com). Mahonia fortunei termasuk ke dalam suku Berberidaceae dan sebelumnya dikenal dengan nama Berberis fortunei (sinonim).

Koleksi Mahonia fortunei Kebun Raya Cibodas (KRC) sebanyak 4 individu yang berada di wilayah 1 vak I.K, IV.A dan V.A. Tanaman ini berasal dari China dan tersebar di wilayah Chongqing, Guangxi, Guizhou, Hubei, Hunan, Jiangxi, Sichuan, Taiwan, Zhejiang. Saat ini, selain di China, tanaman ini juga banyak dibudidayakan di Indonesia, Jepang dan Amerika (Flora of China).

Mahonia fortunei memiliki ciri berupa perdu atau semak dengan tinggi mencapai 2 meter. Daun berwarna hijau, kaku, dan berduri dengan ukuran panjang mencapai 5-10 cm dan lebar 1-5 cm. Batang bersisik, berwarna hingga coklat dan biasanya bercabang jarang. Bila kita potong batang dan akarnya, berwarna kuning kenari (Flora pegunungan Jawa, C.G.G.J. Van Steenis). Bunga berwarna kuning cerah, dengan buah buni berwarna biru keunguan (shi da gong lao: Flora of China) dan bisa dimakan baik mentah maupun dimasak.

Tanaman ini mudah tumbuh di berbagai kondisi tanah, baik yang subur maupun yang tidak pada ketinggian 300-2.000 meter dpl, sedangkan di Pulau Jawa biasanya tumbuh pada ketinggian 1.000 m dpl (http://tropical.theferns.info).

Tanaman ini memiliki banyak manfaat, walaupun tidak terlalu aman jika dijadikan tanaman hias, karena daunnya terdapat duri yang bisa melukai anak kecil jika tidak berhati-hati. Di negara asalnya, China, tanaman ini, terutama batang dan akar digunakan sebagai ramuan obat yang dipercaya dapat mengobati sakit demam, diare, disentri, penyakit kuning, sakit gigi, bisul, dan abses. Kulit akar juga dipercaya mengobati nyeri artritis, pembengkakan testis, penyakit kuning, dan influenza. Daunnya memiliki potensi sebagai antikanker.

Genus Mahonia telah banyak diteliti karena khasiatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman ini mengandung lebih dari 150 unsur kimia, dan yang paling dominan adalah alkaloid (berberine), yang terkandung di dalam rimpang dan batang. Berberine ini dipercaya dapat menjadi zat antibakteri, anti-inflamasi, antioksidan, antimutagenik, analgesik dan antitumor.

 

Selain manfaat sebagai obat-obatan, Mahonia fortunei juga dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami. Penggunaan untuk pewarna diambil dari batang dan akar sebagai pewarna alami kuning dan coklat pada batik (http://tropical.theferns.info).

Perbanyakan: Tanaman ini dapat diperbanyak dengan cara vegetatif (setek) dan generatif (biji).

Naskah: Winarni

Editor: Nanang Suryana, Muhammad Efendi

Foto: Winarni