MANFAAT ZAITUN SEBAGAI TANAMAN OBAT

Zaitun adalah tanaman keluarga Oleaceae dengan nama latin Olea europaea L.,  merupakan perdu dengan ketinggian antara 6-15 meter. Daun zaitun tersusun tunggal berhadapan tanpa daun penumpu, dengan panjang sekitar 20-90 mm x 7-15 mm berbentuk seperti lanset, tepi rata, permukaan atas licin warna hijau keabu-abuan dan bagian bawah warna kuning keemasan.

Bunga berukuran 6-100 mm dengan bentuk seperti lonceng berwarna putih atau krem yang mekar pada bulan Oktober hingga Maret. Buah berbentuk ovoid, kecil dan berwarna hijau, namun jika sudah matang kulitnya berwarna hitam, mulai berbuah saat berusia 5 tahun dan pohon zaitun bisa menghasilkan buah 15-20 kg per tahun.

Zaitun ini banyak ditemukan di negara dengan iklim panas sampai sedang seperti Mediterania dan Asia Tenggara serta beberapa kawasan Afrika. Keistimewaannya adalah umurnya yang panjang hingga 600 tahun. Di wilayah Mediterania, zaitun telah dibudidayakan sejak 7.000 tahun yang lalu dan saat ini banyak dibudidayakan di Palestina, Israel dan wilayah Mediterania lainnya(Carin Libel O. H., 2017).

Daun dan buah zaitun dapat dimanfaatkan untuk obat, kesehatan dan makanan.  Buah diolah dan diambil minyaknya untuk meningkatkan kesehatan, mencegah kanker, memperbaiki kesehatan tulang, melawan infeksi, meningkatkan kesehatan jantung, obat diet, dan obat pengawet. Sedangkan ekstrak daunnya dijadikan obat tradisional sebagai penurun panas, mengobati infeksi malaria, menurunkan tensi darah, dan obat diabetes tipe 2.

Di Indonesia, daerah yang berpotensi sebagai tempat budidaya adalah Dieng, Malang, Lembang dan Brastagi karena memiliki suhu dan kelembaban yang cocok untuk pertumbuhan zaitun.

Di Kebun Raya Cibodas zaitun pertama kali ditanam pada tahun 2003. Tanaman ini merupakan hadiah dari Presiden Libya Muammar Khadafi kepada Ibu Megawati yang kemudian dihibahkan kepada Kebun Raya Cibodas. Tanaman dengan nomor koleksi 105 tersebut ditanam di Vak I.A. di depan rumah kaca pembibitan. Pertumbuhannya cukup bagus dan saat ini tinggi pohon sudah mencapai kurang lebih 6 meter.

 

Oleh: Dwi Novia Puspitasari, Pranata Humas BKHH