Rambutan Hutan, Castanopsis argentea (Blume) A.DC.

Sinonim: Castanea argentea (Blume) Blume, Castanea argyrophylla H.Buek, Castanea divaricata Oerst., Castanea martabanica Wall., Fagus argentea Blume

Nama Umum: Sarangan, Saninten, Berangan (Indonesia)

Rambutan Hutan adalah julukan dari pohon Saninten atau Berangan, Castanopsis argentea (Blume) A.DC. Tanaman ini secara aspek morphologi dan aspek lainnya sangat berbeda dengan rambutan yang biasa kita kenal, Nephelium lappaceum L.
Rambutan, Nephelium lappaceum L. memiliki tekstur kulit yang lembut dan dapat dimakan daging buahnya, termasuk kedalam suku Sapindaceae. Rambutan hutan memiliki tekstur kulit buah keras, berduri keras, dan bijinya yang menjadi bahan makanan.

Rambutan Hutan, Castanopsis argentea (Blume) A.DC. biasa dikenal dengan nama Saninten atau Berangan termasuk kedalam suku Fagaceae. Marga Castanopsis memiliki 120 jenis yang terdistribusi dari timur laut India ke China bagian barat, Korea dan Jepang, melalui Indo-China dan Thailand, dan ke seluruh wilayah Malesia kecuali Jawa bagian timur dan Kepulauan Sunda Kecil. 58 jenis merupakan asli dari China, dan 30 jenis termasuk endemik di China.

Di Kebun Raya Cibodas marga Castanopsis baru ada 4 jenis, yaitu Castanopsis acuminatissima, C. argentea, C. javanica, C. tungurrut, dan satu masih Castanopsis sp (belum memiliki nama jenis). Menurut data Registrasi Kebun Raya Cibodas pada bulan Juni 2019, pohon Saninten tertanam di 36 titik. Pohon Saninten yang tertua, ditanam pada tahun 1979 yang tersebar di 2 vak atau blok, yaitu di Vak VIII.B. nomor 9 ada 3 spesimen dan Vak VIII.C. nomor 130 ada 1 spesimen.
Rambutan Hutan, Castanopsis argentea (Blume) A.DC. merupakan tumbuhan asli dari Indonesia yang hidup di Sumatera dan Jawa. Tanaman ini tumbuh dari ketinggian 150 – 1.400 m dpl. Rambutan Hutan atau Saninten merupakan tanaman berkayu dengan tinggi mencapai 35 m, panjang batang bebas cabang 25 m, diameter dapat mecapai 120 cm, tidak berbanir, kulit luar berwarna coklat muda, kadang-kadang kelabu, tidak beralur dan tidak mengelupas. Daun tipis, bagian bawah berwarna silver berbeda dengan bagian atasnya, stipula berbentuk linier, meruncing. Bunga saninten berwarna kuning keputihan dan memanjang mencapai 25 cm, terlihat seperti kembang api. Buah ada tiga dalam satu organ bentuk cawan (cupule), berbentuk bujur telur (ovoid) sampai kerucut dan runcing di atasnya. Biji panjang 2 – 2,5 cm dan lebar 1 – 1,5 cm.
Pohon Saninten biasanya berbunga pada Agustus – Oktober dan berbuah pada November – Februari (Van Steenis, 1972, Martawijaya, 1989).

Kegunaan: Pohon Saninten dimanfaatkan untuk diambil kayu, kulit, dan bijinya. Kayunya digunakan untuk bahan bangunan dan furnitur; kulit kayu digunakan sebagai pewarna alami pada rotan dan bijinya dmanfaatkan sebagai bahan makanan dengan cara direbus, dibakar, atau disangrai. Selain itu bijinya merupakan makanan bagi satwa liar, seperti babi hutan dan jenis satwa primata (Wiranto, 2005).
Biji Saninten rasanya gurih dan manis seperti kacang mede bahkan di luar negeri biji Saninten banyak digemari. Karena kegurihan dan manisnya itu, biji Saninten dikenal sebagai sweet chestnut yang dijual dengan harga yang cukup bagus. Menurut situs www.dbento.com/2011/03/saninten-chestnut-panggang.html. Saninten dijuluki King of Fruit ini merujuk ke kandungan biji Saninten yang sangat bermanfaat. Biji Saninten mengandung lemak rendah kalori, mineral, vitamin, protein dan nutrisi lainnya yang bermanfaat untuk kesehatan. di Kota Aachen, Jerman, camilan sweet chestnut panggang seharga 1-2 euro (sekitar Rp 12.000-Rp 24.000) per 8 buah.
Selain mempunyai nilai penting dari kayu, kulit, dan bijinya, pohon Saninten juga mempunyai nilai penting dalam sekuestrasi karbon. Menurut Astutik et al. (2013), diketahui terdapat 10 jenis tanaman asli Cagar Biosfer Cibodas yang memiliki kemampuan stok karbon tinggi, yang salah satunya adalah Castanopsis argentea. Dengan demikian Saninten memberikan kontribusi penting terhadap jasa lingkungan.
Kayu Saninten termasuk kuat dan tahan lama, dapat digunakan untuk konstruksi rumah. Selain itu kayunya bagus untuk pembakaran dan baik untuk dibuat arang
(http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Castanopsis+argentea).

Perbanyakan: Tanaman Saninten dapat diperbanyak baik secara vegetatif maupun generatif. Di Kebun Raya Cibodas perbanyakan Saninten telah dilakukan melalui biji, setek pucuk, dan kultur jaringan/ in vitro. Biji dapat tumbuh dengan mudah apabila disemai sewaktu biji masih segar.

Status Konservasi: Endangered (The IUCN Red List of Threatened Species 2018).

Dwi Novia Puspitasari
Pranata Humas Penyelia
Foto: (NS)
BKHH-LIPI
Juli 2019