istanbul escorts

Rasamala, Altingia excelsa Noronha, Rajanya Hutan Pegunungan Jawa dan Sumatera

Marga Altingia terdiri atas 8 spesies yang terdistribusi dari Tibet bagian selatan, Asam (India) dan daratan utama Asia Tenggara termasuk China bagian selatan sampai ke kawasan Malesia. Di kawasan Malesia hanya tumbuh satu spesies, yaitu Altingia excelsa (Soerianegara and R.H.M.J. Lemmans Eds., 1994).

Altingia excelsa Noronha
Sinonim: Liquidambar altingiana Blume (http://www.theplantlist.org/tpl/record/tro)
Nama daerah: Rasamala. Indonesia: Mala (Java), Rasamala, Mala, Ki Mala (Sunda), Chemara Abang, Chemara Itam, Lamin, Tulasan, Mandung (Sumatera). Termasuk kedalam suku Altingiaceae. Rasamala terdistribusi dari kawasan Assam dan Tonkin ke sebelah selatan bagian kawasan lembab Burma, Sumatera, dan ke Jawa Barat (I.H. Burkill, 1966).

Rasamala dapat tumbuh di hutan lembab perbukitan dan pegunungan pada ketinggian 550 – 1700 m dpl., pada tanah pegunungan yang berdrainase baik dan subur. Pohon Rasamala merupakan pohon yang tinggi dan besar, bisa mencapai tinggi sampai dengan 60 m dan diameter batang bisa mencapai 200 cm. Pohon Rasamala dijuluki sebagai rajanya hutan pegunungan di Jawa dan Sumatera karena ukuran tinggi dan besarnya batang Rasamala. Rasamala banyak ditanam untuk tujuan reboisasi (van Steenis, 1958).

Kegunaan: Pohon Rasamala merupakan pohon yang tumbuh tinggi, harum, dan menggugurkan daun (T.K. Bose. P. Das. G.G. Maiti, 1998). Kayu Rasamala merupakan salah satu kayu yang berharga dari daerah hutan hujan pegunungan di Jawa Barat. Kayunya digolongkan sebagai kayu kelas II untuk ketahanan dan kekuatannya. Kayunya sangat mudah untuk dikerjakan. Pohon Rasamala biasanya tumbuh besar dan tinggi tanpa banyak cabang-cabang di bawahnya. Kayu seperti ini dibutuhkan untuk konstruksi jembatan atau tiang-tiang bangunan. Kayunya sangat tahan lama dan dapat langsung bersentuhan dengan tanah, seperti dapat dipakai untuk tiang listrik, tiang telpon atau dipakai sebagai bantalan jalan kereta api; untuk kontruksi berat seperti untuk bodi kendaran, perahu, dan kapal laut. Selain itu, kayu Rasamala dapat dipakai untuk plywood dan bubur kertas. Kulit kayu bertekstur halus berwarna abu-abu dan kayunya berwarna merah. Daun-daun yang masih muda berwarna merah, beraroma harum dan bisa dimakan sebagai lalapan. Daun yang dilumatkan atau dikunyah digunakan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan batuk. Getah yang keluar dari kayunya beraroma harum dan lebah madu biasanya menggunakan getah ini untuk sarangnya.
Rasamala pertama kali dibudidayakan dan ditanam pada pertengahan abad ke 19. Pertama penanaman Rasamala diambil dari anakan yang tumbuh secara alami dihutan, namun setelah itu penanaman Rasamala dilakukan dengan cara menyemai bijinya. Tiap buah mengandung lebih dari 35 biji. Untuk mendapatkan biji yang bisa tumbuh baik harus diambil dari buah yang sudah matang, lantas dikering-keringkan matahari. Masa tumbuh biji sangat singkat, untuk itu setelah pengambilan biji dari pohon harus segera disemai. Biji mulai berkecambah pada usia 10 hari setelah semai. Anakan biasanya tumbuh lambat pada usia tahun pertama, namun pertumbuhan menjadi cepat pada tahun berikutnya. Pohon dapat mencapai tinggi rata-rata 14 m dengan rata-rata diameter 12,5 cm pada usia 10 tahun. Tinggi pohon bisa mencapai 47 m dengan diameter 61,5 cm pada usia 80 tahun. Tingkat kekuatan pertumbuhan tergantung dari ketinggian tempat. Pertumbuhan yang paling cepat terjadi pada ketinggian dari 600 – 700 m dpl. (Soerianegara and R.H.M.J. Lemmans Eds., 1994).

Menurut catatan Registrasi Kebun Raya Cibodas, Rasamala sudah ditanaman di Kebun Raya Cibodas sejak tahun 1930 atau sudah ada sejak 89 tahun yang lalu. Jumlah koleksi pohon Rasamala sampai dengan Juli tahun 2019 sebanyak 81 spesimen yang tersebar di 21 vak atau blok. Jumlah koleksi yang berusia 89 tahun sebanyak 11 spesimen dan merupakan koleksi Rasamala yang tertua di Kebun Raya Cibodas, tersebar di 4 Vak, yaitu di vak III.F. nomor 13, IV.A. nomor 112, IV.C. nomor 45, dan VI.D. nomor 18. Koleksi Rasamala termuda ada di vak III.F.73 sebanyak 2 spesimen yang ditanam pada tahun 2018 atau baru berusia 1 tahun.
Tanaman koleksi Rasamala Kebun Raya Cibodas di Vak III.F. nomor 13 memiliki diameter batang (DBH) 184,71 cm dan merupakan Rasamala terbesar diameter batangnya dari seluruh koleksi Rasamala yang ada. (NS).