Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk. Koleksi Kebun Raya Cibodas

Rhodomyrtus tomentosa merupakan tanaman perdu yang termasuk kedalam keluarga jambu-jambuan atau Myrtaceae. Tanaman ini memiliki nama sinonim Myrtus canescens Lour., Myrtus tomentosa Aiton, Rhodomyrtus parviflora Alston, dan Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Wight.
Tanaman yang memiliki bunga yang cantik ini tersebar di Asia Selatan dan Tenggara, dari India, China Timur sampai Selatan, Hong Kong, Taiwan dan Filipina, hingga Malaysia dan Sulawesi. Tanaman ini dikenal dengan nama lokal hill guava (Inggris), sementara di Indonesia dikenal dengan beberapa nama daerah, diantaranya yaitu keumiki (Aceh), karamunting (Kalimantan), karamuntiang (Minangkabau), kalimuntiong (Riau), harimonting (Batak), harendong sabrang, jajambuan (Sunda).
Daun Rhodomyrtus tomentosa berwarna hijau, dengan bentuk lonjong dan ujung daunnya tumpul. Tepi daunnya rata dengan pertulangan daun menyirip dan aromanya khas daun jambu biji. Bunga memiliki 5 helai mahkota bunga atau petal, berwarna pink keunguan atau pink, dengan diameter mencapai 2.5 – 3 cm. Buah berbentuk lonjong, berwarna hijau saat masih mentah kemudian berubah menjadi merah maroon atau ungu gelap ketika sudah matang. Kulit buah berbulu lembut. Batang berkayu berwarna cream cerah. Tanaman ini dapat mencapai tinggi 1 hingga 4 meter. Rhodomirtus tomentosa merupakan tanaman liar dan bisa tumbuh di berbagai keadaan tanah seperti tanah berpasir hingga subur pada ketinggian 300-2.440 meter dpl.
Selain digunakan sebagai tanaman hias, tanaman ini buahnya enak dimakan, mengandung senyawa antioksidan, dan dapat pula diolah sebagai selai atau pie. Selain manfaat di atas, ekstrak akar dapat digunakan untuk meningkatkan trombosit, dan kandungan taninnya dapat digunakan sebagai bahan pewarna hitam alami. Daun karamunting digunakan untuk mengobati disentri, diare, menetralkan racun, dan mengobati luka. Jadi secara umum seluruh bagian tanaman ini sangat bermanfaat.
Kebun Raya Cibodas memiliki koleksi Rhodomirtus tomentosa sebanyak 5 spesimen yang berasal dari Asia tropis yang ditanam di vak IV.C dan IV D.

Penulis: Winarni, Pranata Humas Penyelia

Foto: trisno utomo, Pranata Humas Penyelia