istanbul escorts

TANAMAN KOLA, Cola nitida (Vent.) Schott & Endl. MERUPAKAN SALAH SATU BAHAN DASAR PEMBUATAN MINUMAN COCA COLA

Tanaman kola, Cola nitida terdistribusi sepanjang pantai Afrika dari Siera Leone ke Republik Benin. Tanaman ini tumbuh secara liar di kawasan Pantai Gading (Côte d’Ivoire) dan di Liberia dan ditanam mulai dari Sierra Leone sampai ke Gaboon (I.H. Burkill, 1966). Tanaman ini masuk ke Indonesia pada awal abad ke 10 (https://sayurankita.com/2017/09/13/identifikasi-sumber-dan-kegunaan-senyawa-metabolit-sekunder-tanaman-kola-cola-acuminata/).
Tanaman kola merupakan tanaman berukuran sedang, biasanya tumbuh mulai dari 9 – 12 meter, namun dapat juga mencapai tinggi 27 m, selalu berdaun hijau (evergreen). Batang bulat, kadang lurus, diameter bisa mencapai 1,5 m. Kulit kayu coklat keabu-abuan bergaris kasar. Daun berseling, tunggal, kasar, tepi daun bergelombang, berwarna hijau tua; tangkai daun 1,2 – 10 cm. Perbungaan keluar dari ketiak (aksila); panjang tangkai bunga 5 – 10 cm. Bunga majemuk bentuk malai, uniseksual (tidak dapat melakukan polinasi sendiri), berjumlah 5, tidak memiliki mahkota bunga, memiliki 5 karpel. Bunga jantan dengan kelopak berbentuk piala kurang lebih 2 cm diameternya; benang sari berjumlah banyak dalam dua lingkaran atau gelungan; bunga betina memiliki diameter kelopak 5 cm dengan 5 karpel dan sejumlah kepala sari (anther) yang terletak di dasar. Buah berbentuk segi empat panjang atau ellips, berwarna hijau, licin, mengkilat, berbiji 4 – 8 sampai dengan10 buah tiap karpelnya, berwarna merah atau putih.
Tanaman kola dapat tumbuh di hutan dataran rendah tropik yang panas dengan curah hujan 17.000 mm pada rentang waktu 8 bulan atau lebih per tahun, namun dapat juga tumbuh pada curah hujan 1.200 mm per tahun. Kola dapat tumbuh subur pada tanah berat atau ringan selama kedalaman tanahnya baik, berdrainase baik, dan mengandung banyak humus (Cola nitida- World Agroforestry dalam (www.worldagroforestry.org/treedb2/AFTDFS/Cola_nitida).
Kegunaan: Di Afrika buah kola dikumpulkan dari hutan-hutan atau dari perkebunan yang dijual dalam bentuk segar. Biji kola berasa pahit ketika pertama kali dikunyah (mastikasi), namun meninggalkan rasa manis di mulut. Kalau mengucah biji kola sebelum minum akan berpengaruh rasa manis terhadap air yang diminum. Biji kola mengandung 13,5% air, 9,5% protein kasar, 1,4% lemak, 45% gula dan pati, 7% selulosa, dan 3,8% debu. Warna merah dari biji digunakan sebagai sumber yang potensial untuk pewarna makanan. Biji kola digunakan sebagai bahan dasar minuman berkarbonasi dalam pembuatan minuman tak beralkoloh (soft drink) seperti minuman Coca Cola. Biji kola dikunyah dalam bentuk segar untuk menstimulasi mastikasi dan untuk mengobati kelelahan atau kepenatan (fatigue). Biji kola banyak digunakan oleh suku-suku asli Afrika di kawasan hutan untuk ritual keagamaan dan kegiatan ceremonial, seperti pernikahan, pemberian nama anak, penguburan, dan pengorbanan untuk para dewa mitologi Afrika. Jus biji kola sering digunakan sebagai pengganti kopi. Biji kola kaya alkaloid seperti theobromine, kafein, dan kolatin. Kafein menstimulasi tubuh, sedangkan kolatin menstimulasi hati. Ekstrak biji kola digunakan di pabrik-pabrik minuman tak beralkohol (soft drink), anggur, coklat, dan pabrik permen. Biji kola juga digunakan dalam produksi jam dan jelli karena mengandung pectin yang tinggi
(https://scholar.google.co.id/scholar?q=T.K.Lim+Edible+Medicinal+and+Non-Medicinal+Plants.+Volume+3,+fruit&hl=en&as_sdt=0&as_vis=1&oi=scholart).
Biji kola telah terdaftar dalam U.S. Food and Drug Administration (FDA) dan dinyatakan sebagai bahan makanan yang aman untuk dikonsumsi oleh manusia. Biji kola diklasifikasikan sebagai bumbu atau penambah cita rasa makanan yang alamiah. FDA juga telah menyetujui bahwa ekstrak biji kola sebagai bahan tidak aktif (an inactive ingredient) dalam obat-obatan tertentu (https://www.healthline.com/health/kola-nut#forms-and-uses).
Kebun Raya Cibodas telah menanam tanaman kola, Cola nitida (Vent.) Schott & Endl. sejak tahun 2003 dengan nomor akses C2003070024, terkoleksi sampai dengan saat ini sebanyak 3 spesimen.
Sinonim: Bichea nitida (Vent.) Farw., Cola vera K.Schum., Sterculia nitida Vent.
Nama Umum: Buah kola (Indonesia), Bitter cola, Bissy nut, Cola, Cola nut, Cola seeds, Goora nut, Kola nut, Kola nut tree, Kola (Inggris).

Marga Cola memiliki 140 jenis termasuk kedalam suku Sterculiaceae. Tanaman ini asli dari Afrika, dan ditemukan terutama di bagian selatan dari benua Afrika. Biji Kola di Afrika telah digunakan sejak dahulu untuk berbagai keperluan.

Nanang Suryana
Pranata Humas Madya BKHH-LIPI
Email: surya017@rocketmail.com
Agustus 2019