Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia

World Environment Day atau Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Juni. Hari Lingkungan Hidup diperingati sejak tahun 1972 dan ini sudah ditetapkan oleh Majelis Umum PBB. Pada tahun 2020 ini tema dari Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah “Time For Nature” yang mengajak seluruh penduduk dunia untuk menyadari bahwa makanan yang dimakan, air yang diminum, dan ruang hidup di planet yang ditinggali adalah sebaik-baiknya manfaat dari alam (nature) sehingga harus kita jaga kelestariannya. 

Nah, kita sebagai manusia sudah sepatutnya untuk menjaga kelestarian alam yang ada, karena pada dasarnya apa yang kita makan dan kita gunakan itu berasal dari alam. Cara kita dalam menjaga kelestarian alam sebenarnya dapat dilakukan dari hal yang kecil yaitu tidak membuang sampah sembarangan, bijak dalam menggunakan air dan tidak menebang pohon atau tanaman yang ada di sekitar kita. 

Berbicara mengenai sampah, kita sebenarnya dapat melakukan kegiatan daur ulang sampah yang ada di rumah kita baik itu sampah organik maupun non organik. Sampah organik dapat diolah untuk kompos dan sampah non organik bisa kita gunakan untuk hiasan, pot atau yang lainnya. 

Kebun Raya Cibodas merupakan institusi yang memiliki unit pengelolaan kompos dari sampah organik yang ada di Kebun Raya Cibodas. Menurut keterangan pengawas unit kompos Bapak Nijar, produksi kompos yang dihasilkan oleh Kebun Raya Cibodas rata-rata antara 20-30 Ton per tahun. Adapun pemanfaatan dari kompos Kebun Raya Cibodas yaitu digunakan untuk: (1) memenuhi kebutuhan pemupukan tanaman koleksi Kebun Raya Cibodas, (2) hibah program Pepeling seperti ke sekolah-sekolah, kelompok tani, posyandu dan ke instansi-instansi yang lain yang membutuhkan serta (3) memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar untuk pemupukan tanaman pertanian dan tanaman hias. 

Adapun langkah-langkah pembuatan kompos di kebun Raya Cibodas, antara lain:
1.mengambil bahan material kompos yang berasal dari sampah organik Kebun Raya Cibodas. Sampah organik diperoleh dari hasil potongan rumput atau serasah, bunga, biji dari tanaman koleksi yang jatuh ke tanah.
2.menyortir sampah, yaitu untuk memisahkan antara sampah organik dan non organik yang masih terbawa ke unit kompos.
3.memberikan aktivator atau bahan perombak kompos. Biasanya 1 Kg aktivator dapat digunakan untuk 1 Ton bahan kompos.
4.menutup timbunan kompos dengan terpal, untuk selanjutnya masuk proses fermentasi selama 45-60 hari.
5.memeriksa suhu dan kadar air kompos selama fermentasi, setiap 1 minggu sekali dan melakukan pembalikan kompos. Hal ini dilakukan agar proses pematangan kompos dapat merata.
6.membuka terpal dan kompos dipindahkan ke ruangan beratap  untuk proses pendinginan, setelah masa fermentasi selesai. Proses pendinginan bisa 3-7 hari sampai kadar air kompos berkurang sampai 20%.
7. menghaluskan ukuran kompos dengan penggilingan dan melakukan pengayakan.
8. mengemas kompos ke dalam karung dengan kapasitas 20 kg per karung.
9.mendistribusikan kompos sesuai keperluan yaitu untuk memenuhi kebutuhan internal maupun eksternal Kebun Raya Cibodas.

Pemanfaatan sampah organik ini merupakan salah satu upaya Kebun Raya Cibodas untuk mengurangi beban sampah yang bisa menjadi masalah lingkungan. Mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar kita demi kelangsungan hidup anak cucu kita. (DNP)

Referensi: 

1. Unit Koleksi Kebun Raya Cibodas

2. https://www.greeners.co/agenda-hari-lingkungan-hidup-juni/hari-lingkungan-hidup-sedunia/